Sekedar refleksi....
Problem terbesar banyak pelukis adalah takut di tolak. Kalau kamu merasa seperti itu, kamu tidak sendirian. Baca selengkapnya agar kita sama- sama saling menguatkan.
Karena takut di tolak banyak pelukis memilih jalan aman, berkarya sesuai selera pasar dan mengikuti apa yang paling mudah di sukai bagi kebanyakan orang, padahal selera itu tidak pernah tetap apalagi konsisten. Hari ini orang suka ini lalu hari esok mungkin bisa berubah. Mungkin karyamu akan laku, tapi hati- hati, mungkin ada jebakan yang kalian tidak sadari: kamu bisa kehilangan dirimu sendiri.
Ddk ini kalau pelukisnya tidak bisa mengambil risiko, maka eksistensinya tidak akan kemana mana bahkan lebih jauh lagi, ia bisa terjebak kehilangan identitas. Dan ini yang paling berbahaya:Pelukis tanpa memiliki identitas karyanya akan mudah diganti.
Lalu bagaimana harus bersikap?
Kalau karyamu di tolak jangan langsung menyimpulkan suatu yang negatif. Saya percaya dalam dunia seni rupa tidak ada karya yang benar-benar buruk secara kualitas, yang ada karya yang dibuat tanpa kesadaran. Di fase inilah mentalmu sebagai seniman di uji. Banyak yang berhenti bukan karena mereka tidak mampu, tapi karena mereka terlalu cepat mengambil kesimpulan negatif pada setiap penolakan. Padahal penolakan bukan dari sebuah akhir dari perjalanan, terkadang itu hanya tanda bahwa karyamu belum menemukan tempat yang tepat saja.
Percayalah..!!!
Tulis di kolom commentar bagaimana tentang pendapatmu!!
SalamArt




No comments:
Post a Comment